Meski Masih Berumur Satu Tahun, PA’MAI Siap Satukan Warga Maros di Perantauan

Meski usainya sangat belia yakni baru 2 tahun sejak berdiri dan di deklarasikan pada 22 Januari 2017 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Perkumpulan Masyarakat Maros Indonesia (PA’MAI) siap menampung seluruh warga Maros, Sulawesi Selatan yang ada di perantauan.

Baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri. Hal ini terungkap dalam acara Milad pertama PA’MAI, di Jakarta.

PA’MAI secara perlahan melakukan berbagai upaya untuk menunjukkan eksistensinya sebagai wadah perhimpunan bagi diaspora anak-anak Maros di seluruh pelosok nusantara dan di luar negeri, serta anak-anak Maros yang bertempat tinggal di kampung halaman.

PA’MAI sendiri terbentuk karena adanya kegelisahan sekaligus semangat untuk berperan membangun insan-insan Maros agar lebih unggul dan berdaya saing, serta bersinergi mengembangkan Maros menjadi daerah yang maju dan terkemuka di Indonesia.

Melalui dialektika dan dinamika berfikir, akhirnya pada tanggal 22 Januari 2017 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, PA’MAI dideklarasikan oleh sejumlah pemangku kepentingan yang meliputi unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan perwakilan raja-raja di Maros.

Para deklator PM’AI adalah para tokoh terkemuka di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sebut saja, Nadjamuddin Amrullah (mantan Bupati Maros), Ketua DPRD Maros, termasuk Anggota DPRD Provinsi Sulsel yg berasal dari Maros.

Para deklarator menyampaikan ikrarnya PA’MAI adalah wadah berhimpun yang akan menjadi rumah besar warga Maros, agar dapat bersilaturahim, bekerjasama dan bersinergi untuk membangun dua pilar negara, yakni insani (sumber daya manusia) dan kebudayaan.

Prinsip yang dianut PA’MAI ini adalah ‘Sipakatau’ (saling menghargai) dan ‘Sipakalebbi’ (saling menghormati) sebagai akar budaya Bugis Makassar.

PA’MAI ini hadir untuk menggali beragam potensi yang ada di Kabupaten Maros. Yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan kebudayaan Bugis Makassar.

PA’MAI juga memantapkan Visinya sebagai wadah pemersatu untuk kemajuan wanua Maru’ Butta Salewangang, yang tersusun dalam 3 misi pokok, yaitu, memfasilitasi penguatan kapasitas sumberdaya manusia (SDM) dalam berbagai bidang untuk menciptakan insan unggul dan bertaqwa, memfasilitasi kemitraan dan kerjasama untuk mendukung pengembangan SDM dan daerah, dan terakhir memfasilitasi promosi daerah untuk percepatan pembangunan.

Pada peringatan hari jadinya yang pertama, PA’MAI juga akan mengevaluasi program dan kegiatan yang telah dirancang agar dapat diketahui sejauh mana proses dan capaiannya.

Meskipun baru satu tahun, PA’MAI telah melaksanakan sejumlah kegiatan yg cukup signifikan, yakni, pembentukan dan pelantikan DPW dan DPC (konsolidasi), rapat kerja nasional, penyusunan databased anggota, penguatan literasi, dan pengajian reguler. (rls)

Sumber:

https://www.gonews.co/berita/baca/2018/03/26/meski-masih-berumur-satu-tahun-pamai-siap-satukan-warga-maros-di-perantauan

One comment

  1. Sebaiknya PA’MAI kepengurusannya,secepatnya dilengkapi bidang2 spy bisa cepat terkoordinir klu ada rencana kegiatan kedepan smoga PA’MAI bisa sukses sampai ditingkat bawah dan klu bisa yg punya power/penentu kebijakan dipusat bisa dipikirkan dgn memberikan kegiatan2 semacam pelatihan baik sipatnya bersumber dari Kementerian Pertanian dan Perikanan Kelautan sekarang banyak hal yg bisa dikerjasamakan dan sudah banyak dilakukan oleh dinas2 terkait supaya kelihatan PA’MAI bisa tonji.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *