Kaligrafi Dan Ragam Hias Makam Karaeng Turikale

Oleh Muhammad Makmur Muhammad

Makam KaraEng Turikale IV, V dan kedua putranya dibangun dari konstruksi kayu, tetapi bagian dasar atau subasemen adalah pondasi tegel berwarna putih. Jirat makam KaraEng Turikale IV dipenuhi pahatan sulur-suluran dan kelopak bunga sedang mekar. Khusus jirat sisi utara dan selatan, diukir membentuk gunungan yang dikombinasikan dengan sulur-suluran bagian pinggiran. Ada tiga warna cat minyak yang dipakai yaitu warna perak yang digunakan untuk mewarnai sulur-suluran. Warna hijau hanya dipakai untuk bidang gambar yang kosong, sedangkan warna kuning emas dipakai pada kelopak bunga yang sedang mekar. Jirat sisi timur dan barat dicat hijau dan terukir kaligrafi sepanjang permukaannya. Jirat sisi utara bagian dalam terdapat ukiran kaligrafi Arab pada bagian sentrum, dibingkai oleh kelopak bunga yang disamarkan. Nisannya adalah balok kayu berbentuk denah segi enam polos.

Jirat makam KaraEng Turikale V lebih menonjolkan kaligrafi dan hiasan kelopak bunga mekar. Jirat sisi utara dan selatan juga berbentuk gunungan tetapi bentuknya lebih tinggi dan agak bulat. Jirat sisi utara dan selatan bagian dalam dipenuhi oleh kaligrafi Arab yang indah, dan terdapat tulisan memakai aksara lontara. Nisan berbentuk segi empat pipih dari bahan kayu. Jirat makam ini berisi do’a, prasasti, ayat A-Qur’an dan kalimat tashawuf. Makam KaraEng Turikale V Syaikh Muhammad Salahuddin mempunyai kaligrafi yang indah dan megah, Ayat Qursi ditulis memenuhi sebuah panel pintu gerbang. Model Pintu gerbang tersebut sangat mirip dengan lengkung pintu gerbang Masjid Imam Ali Ridha di Persia yang dibangun pada abad ke-15.

Kesan yang kuat dari pancaran data kaligrafi pada makam KaraEng Turikale adalah dibuat menyesuaikan bidang ukir sehingga keindahannya terlihat dari tulisannya atau kombinasinya dengan motif hiasan lain. Tidak ada kaligrafi dikompleks makam KaraEng Turikale yang meniru bentuk makhluk hidup. Ragam hias pada bangunan makam sangat disiplin menanut paham representative art dan menghindari aktivitas pengkultusan pada sosok selain Allah.

Semua artepak kaligrafi dalam kompleks makam ini dapat digolongkan ke dalam aliran khat tsulus, khat tsulus merupakan salah satu delapan aliran kaligrafi Arab yang sudah baku. Dan aliran ini sama dengan yang digunakan pada tulisan kiswa (selubung hitam) ka’bah di Mekkah al-Mukarramah.

Sumber :

Facebook Group PAMMAI

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *